Kesaksian Pengguna Super Biota Plus
Diposting oleh : admin
Dibaca: 2 kali



Kesaksian
Petani Pemakai POCL 

Super Biota Plus Formula
Pertanian



A.  Untuk Tanaman Lemah



Kesaksian petani Lettuce dan An Dewi (CD Malang) 

-  Safari, Dusun Ngudi, Desa Tawang Argo, Kec. Karang
Plojo, Kab. Malang, Jatim,
Pengaplikasian pupuk dengan pesnat, biaya produksi lebih murah, panen lebih
cepat dan serangan hama kurang dan hasil panen hampir 2 kali lipat dibanding
sebelum memakai SBP.



Kesaksian Petani Sawi Daging (CD Malang) 

-  Soleh, Dusun Ngudi, Desa Tawang Argo, Kec. Karang Plojo, Kab. Malang, Jatim, panen lebih cepat
dari 22-25 hari menjadi 21-22 hari setelah memakai SBP.



Kesaksian petani Kubis (CD Bali) 

-  Desa
Bonyong, Kec. Kintamani, Bangli, Bali
(Lahan binaan Sekretariat kerja Penyelamatan dan Pelestarian LH) : Daun lebih
tebal dan lebar disbanding sebelum memakai SBP.



Kesaksian petani Brokoli 

-  Kasnadi,
Desa Pesanggrahan, Kec. Batu, Kotamadya Batu, Jatim : Tanaman Brokoli terkena
penyakit akar gajah pada usia 30 HST. Atas saran Pak Parman selaku distributor
Super Biota Plus, tanaman langsung di semprot dengan pupuk yang dicampur dengan
pestisida nabati. Penyemprotan dilakukan setiap 10 hari hingga 4 kali periode
penyemprotan hingga akhirnya penyakit akar gajah dapat teratasi. Selain itu,
dengan memakai Super Biota Plus biaya pupuk dan pestisida menjadi berkurang. 



B. Untuk Tanaman yang tidak berbatang kayu

Kesaksian Petani Padi (CD PADI)

-  Laode Arifin (Ket klp tani mattirowalie), Desa Salo Dua, Kec.
Maiwa, kab. Enrekang, Sulsel
menggunakan varietas ketan hitam dimana sebelum memakai pupuk SBP biji padi
kecil, anakan sekitar 28 sedangkan setelah memakai pupuk SBP, biji padi lebih
besar dan jumlah anakan minimal 35 anakan dengan rata-rata jumlah anakan
sekitar 45 anakan.

-  Suraji (Ket. Klp tani Simaturu’ Cinnae), kel. Rappang, Sidrap, Sulsel menggunakan varietas
ciliwung dimana sebelum memakai pupuk SBP jumlah anakan sekitar 30 namun
setelah memakai pupuk SBP jumlah anakan bertambah menjadi sekitar 40 dan dengan
perkiraan panen lebih cepat karena tanaman lebih cepat dewasa. Jumlah pupuk
yang digunakian 4 kw/ha namun setelah memakai pupuk SBP jumlahnya dikurangi
menjadi 3 kw/ha.

-  Saleh (Ket. Klp tani Baji Ada), kec. Kelara, Kab. Jeneponto, Sulsel hasilnya jumlah
anakan lebih banyak yakni sekitar 40 anakan dan pada saat penyemprotan pupuk
SBP dicampur dengan pesnat.

-  Ismail. Kec. Gattareng, kab. Bulukumba, Sulsel, sebelum memakai pupuk SBP jumlah anakan
sekitar 7-8 anakan namun setelah memakai SBP jumlah anakan bertambah menjadi 10
anakan dengan pertumbuhan tanaman lebih cepat.

-   Dg. Ronrong, kampung Esoka, Desa Kindang, kec. Bontonompo
Selatan, Gowa, Sulsel menggunakan
varietas intani 2. Pada jarak tanam 20x20, jumlah anakan sekitar12-15 anakan
namun setelah memakai pupuk SBP jumlah anakan menjadi sekitar 30 anakan dan
mengurangi pemakaian pupuk urea dari yang sebelumnya 10-12 karung urea/ha
menjadi 7 karung/ha.

-  Karim Husain, (Ket. Klp Tani Padaelo), gabah lebih besar dan
berisi dimana sebelum memakai pupuk SBP, berat gabah 55 kg/karung namun setelah
memakai pupuk SBP beratnya menjadi 60 kg/karung, jumlah produksi meningkat, dan
jumlah anakan lebih banyak.

-  Makhrus, (CD Malang) Desa Kebalenan, Kec Kota, Kab. Banyuwangi, Jatim: Pengaplikasian
pupuk pada saat tanaman berumur 7-8 hari dengan hasil warna hijau pada daun tetap
bertahan dan tidak kering (Biasanya sebelum tumbuh warna daun mengering dan
berwarna kuning).

 Dg. Tutu,
Kampung Bone-Bone, Kel. Maradekayya, Kec. Pattallassang, Kab. Takalar : Memakai
Super Biota Plus saat padi berumur 15 HST. Hasil yang diperoleh setelah memakai
Super Biota Plus nampak jumlah anakan produktif yang lebih banyak, bulir padi
terisi penuh dan tidak hampa, lebih cepat panen 15 hari dan setelah di semprot
pesnat walang sangit mati dan tikus menjauh dari tanaman.

-  Kasmudi,
Desa Patebon, Jambi Arum, Kendal : Memakai Super Biota Plus pada saat
persemaian dan hasilnya meningkat dari yang sebelumnya hanya 100 ikat menjadi
140 ikat.

-  Sitorus,
Medan : Luas lahan penanaman 10 rante dan hanya menggunakan pupuk Super Biota
Plus dari awal hingga panen. Memakai saat tanaman berumur 20 HST dengan dosis
40 cc/tangki. Hasil yang diperoleh menunjukkan jumlah anakan produktif lebih
banyak yakni sekitar 28 anakan, bulir lebih panjang, pertumbuhan merata, lebih
cepat panen dibanding yang tidak memakai Super Biota Plus, dan biaya produksi
berkurang. Karena dapat menggantikan penggunaan pupuk kimia, Pak Sitorus
berharap agar pupuk Super Biota Plus dapat dijadikan pupuk bersubsidi oleh
pemerintah. 

-  Gumanti,
Desa Sidorejo, Kec. Karang Asem, Kab. Batang, Jateng : Rencana panen pada saat
usia tanaman 85 hari sehingga panen dapat dikatakan lebih cepat dari biasanya,
terhindar dari penyakit, daun lebih hijau, anakan lebih banyak dan produktif
hingga mencapai 40 anakan.

-  Farid, Desa
Alas Malang, Kec. Pamanukan, Kab. Situbondo, Jatim : Pertumbuhan lebih cepat, 8
kw/80,4 are, jumlah anakan lebih banyak hingga mencapai 49 anakan, lebih cepat
panen, dan hasil meningkat dari biasanya 3 ton beras menjadi 4,4 ton.



Kesaksian petani Bawang Merah dan
bawang putih (CD Malang)

-  Waris, Dusun
Dureg, Desa Giri Purwo, Kec. Bumi Asis, Kab.
Batu, Jatim
, Hasil lebih bagus, biaya pembelian obat berkurang dari 1 juta
menjadi 600 ribu,dan dalam pengaplikasian pupuk,  dikurangi dari 300 kg menjadi 180 kg.

-  Edi, Dusun
Dureg, Desa Giri Purwo, Kec. Bumi Asis, Kab.
Batu, Jatim
, Hasil lebih bagus dan biaya produksi berkurang dari 3 juta
menjadi 1 juta.

-  Misdi, Dusun
Klera, Desa Turungrejo, Kec. Junrejo, Kab.
Batu, Jatim
: Daun menjadi kuning dan keriting pada umur 20 hari. Setelah
disemprot dengan pesnat, pertumbuhan tanaman kembali normal kemudian hama ulat
dan lalat yang menyerang akhirnya mati.



Kesaksian petani Jagung (CD Malang)

-  Makhrus, (Varietas Pioneer) Desa Kebalenan, Kec Kota, Kab. Banyuwangi, Jatim: Biaya produksi
lebih rendah dan ulat tidak menyerang.

-  Sabri, (CD Jagung)Klp tani Bontopenno, Desa Bulucenrana,
Kec. Marioriawa, Kab. Sidrap, Sulsel :
Setelah memakai SBP pertumbuhan jagung dan buah yang dihasilkan baik meskipun
bibit yang digunakan F2 sedangkan sebelum menggunakan SBP jagung seringkali tidak
berbuah.

-  Saleh, Klp tani Baji Ada, Kec Kelara, Kab. Jeneponto, Sulsel : Aplikasi
dengan kombinasi pestisida nabati dapat menghasilkan 9 ton/ha yang sebelumnya
maksimal 6 ton/ha, dan tanaman tidak terserang hama.



Kesaksian Petani Cabe

-  Kandar, Desa Karang Asem, Kec. Patokan, Kab. Situbondo :
Setelah menggunakan Super Biota Plus dan pestisida nabati dengan aplikasi awal
pada saat tanaman berumur 20 hari dan aplikasi selanjutnya satu kali seminggu
dan penyemprotan pesnat dilakukan 1 hari setelah penyemprotan pupuk nampak pertumbuhan
cabe lebih cepat sehingga panen juga lebih cepat, buah lebih lebat dan besar,
tiap cabang terdapat buah, biaya produksi lebih murah sekitar 10 % dan penyakit
trip (keriting) menjadi lebih berkurang dibanding sebelum memakai Super Biota
Plus. Sedangkan tanaman yang tidak menggunakan SBP pertumbuhan lambat, buah
sedikit dan berukuran kecil.

-  Dg. Lewa, Bontonompo : Sebelum memakai SBP batang cabe lebih
kecil dan 
pendek, buah kecil dan jumlahnya sedikit, bunga
sering gugur, dan daun nampak kusam, sedangkan setelah memakai SBP dengan
aplikasi pada tanaman sudah 4 kali dengan penyemprotan setiap 10 hari sekali
nampak tanaman lebih sehat dengan pertumbuhan yang lebih cepat, buah lebih
banyak dan lebih besar, daun lebih segar dan bunga tidak gugur.

-  Dg. Taba,
Bontolanra, Kec. Galesong Utara, Takalar, Sulsel : Sewtelah memakai Super Biota
Plus buah cabe menjadi lebih besar, lebih banyak dan buah tidak mudah
jatuh/gugur

Kesaksian Petani Tembakau (CD Kendal)

-  Ahmad Mudasir, Desa Sendang Kulon, Kec. Kakung, Kab. Kendal, Jateng : Memakai SBP
pertama kali pada saat tembakau berumur 26 hari (Pada saat sebelum
penyemprotan, pertumbuhan tembakau sangat lambat) dan setelah diamati hingga
hari ke 30 pertumbuhan tembakau lebih cepat dengan melihat ukuran daun yang
lebih membesar (Hasil telah nampak 4 hari setelah penyemprotan).  Pada hari ke 31 dilakukan penyemprotan kedua
(luas lahan 36 are) dan setelah diamati pada hari ke 35 nampak bahwa dengan
memakai SBP  daun tembakau lebih tebal,
lebih tegak, warna daun tidak hijau saja tetapi hijau semburat kuning, dan
terasa lebih lengket. Meskipun penyemprotan awal lebih lambat dan tidak sesuai
prosedur nampak bahwa hasil pemakaian SBP tetap efektif dan tidak memberi efek
negative pada tanaman.
 



Kesaksian Petani Kacang dan Kedelai

-  Ngatno, Desa
Karang Mulyo, Kec. Pegandon, Kendal : Setelah memakai SBP nampak jumlah buah
kacang hijau lebih banyak dibanding jumlah daun, buah kacang lebih banyak dan
lebih besar, daun lebih tebal dan lebih hijau, serta batang menjadi lebih keras
sehingga tidak mudah rebah.

-  Tugimin,
Dusun Plana, Kec Plana, Kab. Banyumas : Setelah 4 kali aplikasi pertumbuhan
sangat baik dimana nampak buah yang lebih banyak, daun dan kacang kelihatan
mengkilat.

-  Baedi, Desa
Plana, Kec. Somagede, Kab. Banyumas, Jateng : Sebelum memakai Pestisida nabati
Petani sudah ingin mencabut tanamannya karena mengganggap tanaman sudah tidak
dapat berbuah dan panen akibat tanaman yang terserang ulat dan hama bangkak.
Bunga dan buah menjadi kering hingga akhirnya rontok. Setelah dilakukan
penyemprotan dengan pestisida nabati, satu hari setelah penyemprotan hama
bangkak mati, lalu bunga tanaman kembali mekar. 2 minggu setelah penyemprotan
pestisida nabati dan pupuk, tanaman akhirnya sudah dapat di panen. 

-  Dg Lewa,
Desa Tinggi Mae, Kec. Barombong, Kab. Gowa : Memakai Super Biota Plus pada
kedelai saat tanaman masih kecil. Dengan memakai Super Biota Plus biaya menjadi
lebih murah karena mengurangi penggunaan urea, penyakit dan serangan ulat jauh
berkurang meskipun belum menggunakan pestisida nabati.



Kesaksian Petani Kentang

-  Muafid, Desa
Wates, Kec. Wonoboyo, Kab. Temanggung, Jateng (2008) : Memulai memakai Super Biota
Plus dan pesnat pada umur tanaman 20 hari dengan perbandingan 1 tutup botol biota
(10 cc)  dan 2 tutup pesnat untuk ukuran
1 tangki. Hasil yang diperoleh yakni pada umur 45 hari tanaman sudah berbuah
(buah sudah besar dan masuk kategori AB) dan biaya pupuk lebih rendah.

C. Untuk Tanaman Tinggi/Berbatang Kayu



Kesaksian petani Apel (CD Malang)

-  H. Suryanto, Desa Ngaglik, Kec. Kota, Kab. Batu, Jatim Setelah memakai SBP, bunga dan daun lebih segar,
penyakit bercak daun berkurang dan biaya lebih rendah dimana sebelum memakai
SBP untuk 1 kali penyemprotan biaya penyemprotan Rp 450.00 dan setelah memakai
menjadi Rp.95.000/penyemprotan



Kesaksian petani Jambu (CD Malang)

-  Asnan, Desa
Sawahan, Kec. Bumi Asih, Kab. Batu,
Jatim
, warna buah lebih cerah, halus dan rasa lebih manis, hasil panen
sebelum memakai pupuk SBP 2 kw/minggu menjadi 3 kw/minggu.



Kesaksian petani Jeruk (Jeruk Siem) (CD Bali)

-   Desa Bonyok, Kec. Kitemani, Bangli, Bali (Lahan binaan Sekretariat
kerja Penyelamatan dan Pelestarian LH) : Rasa lebih manis (dipengaruhi oleh
kandungan KSO pada pupuk), buah lebih lebat, dan kulit buah lebih mengkilap
(Tidak kusam lagi).



Kesaksian petani Kopi (CD Kendal)

-  Sutaryono, Desa Congkrang, Kec. Bejen, Kab. Temanggung, Jateng : Setelah memakai SBP, biji kopi lebih
licin dan mengkilap dengan jumlah biji yang lebih besar dan banyak, sedangkan
sebelum memakai SBP, biji kelihatan kusam dan sedikit jumlahnya. Hasil produksi
untuk biji basah 15 ton/ha sedangkan biji kering 3,5 ton/ha, setelah memakai
SBP dengan melihat perkembangan tanaman, produksi diperkirakan meningkat.

Kesaksian Petani Coklat (CD Coklat)

-  Mahyuddin, Luwu
Utara, Sulsel
: Menggunakan pada saat pembibitan dengan melakukan
penyemprotan setiap minggu (Telah melakukan 2 kali penyemprotan) yang hasilnya
menunjukkan pertumbuhan yang merata dan jumlah daun yang banyak (sekitar 6
lembar/pohon) sedangkan yang tidak menggunakan SBP jumlah daun sedikit (sekitar
3 lembar), pertumbuhan lambat dan tidak merata bahkan masih terdapat bibit  yang tidak mempunyai daun.

-  Anwar, Desa Palejiwa, Kec. Malangke Barat, Kab. Luwu Utara, Sulsel : (Perlakuan
dengan menggunakan teknik sambung samping dengan kombinasi penggunaan pupuk
SBP, varietas F 01)) menunjukkan pertumbuhan yang cepat dengan buah yang lebih
cepat tumbuh (Usia 11 bulan tanaman kakao telah berbuah) sehingga panen juga
menjadi lebih cepat. Jumlah buah pada tanaman usia 1 tahun 7 bulan sekitar 100
buah dengan jumlah biji dalam 1 buah mencapai 50 biji. Dalam sepuluh buah kakao
berat biji kering dapat mencapai 1 kilo, sehingga jika tanaman menghasilkan 100
buah per pohon maka dalam 1 pohon dapat menghasilkan 10 kilo biji kering.
 



D. Untuk Tanaman Hias



Kesaksian petani Mawar
(CD Malang)

-  Azis, Desa Gunug Sari, Kec. Bumiaci, Kab. Batu : Tanaman yang sebelumnya ingin dibongkar
karena pertumbuhan tidak baik , namun setelah menggunakan Super Biota Plus dan Pestisida nabati
pertumbuhan menjadi 
lebih baik dan cepat yang
ditandai semakin banyaknya bermunculan tunas-tunas baru, bunga lebih segar
dan banyak, dan penyakit jambu putih yang menyerang menjadi berkurang.



 



Kesaksian
Peternak Pemakai POCL 

Super Biota Plus Formula
Peternakan
 



Kesaksian Peternak Sapi (CD Kendal)

-  Giman, Desa Widosari, Kec. Patean, Kab. Kendal, Jateng : Setelah memakai SBP, sapi tidak stress, dan
makan lebih banyak sehingga sapi lebih cepat gemuk, sedangkan sebelum memakai
SBP, makan tidak banyak sehingga sapi kelihatan kurus.



Kesaksian Peternak Itik (CD Kendal)

-  Asikin, Desa Kondang, Kec. Cipiring, Kab. Kendal, Jateng : Setelah memakai
SBP, bau kotoran ternak sangat berkurang (1 hari setelah pemakaian SBP)



Kesaksian Peternak Ayam Petelur (CD Kendal)

-  Puji Siswanto, Dusun Cetis, Desa Pakisan, Kec. Patean, Kab. Kendal, Jateng : Memakai pupuk SBP
pada usia 61 hari dan setelah pada hari ke 91 (Pemakaian 1 bulan) nampak ukuran
telur lebih besar, ayam lebih sehat dan bau kotoran sangat berkurang.



Kesaksian Peternak Ayam Pedaging

-  DrH. Syaiful Ratmus, Desa Kebaran, Kab. Magetan : Menggunakan
Super Biota Plus sebanyak 6 botol dengan jumlah ayam sebanyak 2.400 ekor. Hasil
yang diperoleh menunjukkan efisiensi penggunaan pakan sebanyak 3 sak dari yang
seharusnya 149 sak menjadi 146 sak, Penambahan berat badan antara 50 gr/ekor –
100 gr/ekor, bau kotoran menjadi sangat berkurang dan dalam budidayanya tidak
menggunakan suplemen/vitamin lain dan antibiotik lagi.



  



Kesaksian Petambak Pemakai 

POCL Super Biota Plus Formula Tambak



 Kesaksian
Petambak Bandeng

-    Mas’ud,
Desa Telung Rejo, Kec. Blangsong, Kab. Kendal : Dengan 
menggunakan     Super Biota Plus
pertumbuhan bandeng menjadi lebih cepat, lebih irit biaya karena tidak memberi pakan lagi karena ketersediaan
makanan alami dari   bandeng yakni plankton bertambah.



Kesaksian
Petambak Udang (Jenis Udang Vaname)

-  Mulyanto, Rembang : Lebih irit biaya karena tidak
menggunakan pakan 
lagi   (irit pakan) selama 2 bulan budidaya,
pertumbuhan lebih cepat dan ukuran udang lebih besar dimana
pada umur 25 hari sebelum memakai super biota plus ukuran udang
hanya sebesar sedotan dan setelah memakai ukuran udang menjadi sebesar
jari-jari tangan.



Kesaksian
Petambak Lele

-   ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, :
Lele tidak stress, daya tahan lebih baik, tingkat kematian 10%



 



 



 



 







Asuransi (1)
Hortikultura (0)
Perikanan (1)
Perkebunan (1)
Pertanian (5)
Pestisida (0)
Peternakan (1)
Tanaman Pangan (1)
















Langganan RSS



Februari, 2012
MSSR KJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122 232425
26272829   




019700

Pengunjung hari ini : 47
Total pengunjung : 6445

Hits hari ini : 126
Total Hits : 19700

Pengunjung Online: 5



Bagaimana Pendapat Anda Tentang Pupuk Oranik Super Biota Plus?

Sangat Bagus
Bagus
Cukup Bagus
Kurang
Buruk

Lihat Hasil Poling







Nama :
Website :
Pesan