Selasa, 11 Oktober 2011 - 11:58:52 WIB
Percontohan Padi Organik yang dilaksanakan Kodam dengan menggunakan Super Biota Plus Mencapai 13 ton
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pertanian
- Dibaca: 372 kaliPanen perdana yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan bersama pangdam VII Wirabuana dan Kapolda Sulawesi Selatan di kabupaten Soppeng mencapai 13 ton per hektar. Percontohan padi organik ini dilakukan oleh kodam VII Wirabuana bekerja sama dengan Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan yang di lakukan di 24 kabupaten se-Sulawesi Selatan dengan luasan 10 Ha per kabupaten. Hasil panen yang diperoleh sangat luar biasa yaitu antara 8 ton sampai 13 ton per hektarnya yang sebelumnya di daerah tersebut hanya mencapai kisaran 5 - 6 ton per hektar. Keberhasilan ini didukung oleh paket teknologi yang digunakan yang salah satunya dengan menggunakan pupuk organik super biota plus dan pestisida nabati biota plus.
Keunggulan dan Aplikasi Super Biota Plus :
Keunggulan :
1.Mempercepat dan memperkuat pengakaran akar dan batang.
2.Padi yang baru ditanaman tidak sempat layu atau tidak stres.
3.Memperbanyak anakan.
4.Mempercepat Pertumbuhan anakan sehingga bisa tumbuh
secara merata.
5.Mempercepat masa panen sekitar15 hari dibandingkan tidak menggunakan super biota plus.
6.Padi yang sudah mau dipanen daunnya kelihatan masih hijau.
7.Butir padi berisi penuh dari pangkal ke ujung dan gabah lebih berat dari padi yang tidak menggunakan super Biota Plus.
8.Berfungsi sebagai katalisator, sehingga bisa mengurangi penggunaan pupuk dasar sampai 50%, sehingga dapat mengurangi biaya pemupukan.
9.Memberikan antibodi kepada tanaman sehingga tidak mudah terserang penyakit terutama fungi dan cendawan.
10.Gabah kalau digiling tidak patah-patah dan rendemennya tinggi.
11. Rasa beras kalau sudah dimasak lebih sedap dan tidak mudah basi.
Cara aplikasi:
Pembibitan :
1.Benih direndam dengan menggunakan larutan super biota plus dengan dosis 10 cc/7 liter air selama 12 jam, kemudian diangin-anginkan selama 12 jam lalu dihambur dipembenihan.
2.Lahan yang sudah siap untuk pembenihan disiramkan larutan Super Biota Plus dengan dosis 10 cc/5 liter air sampai merata pada permukaan lahan yang ditempati pembenihan.
3.Setelah benih tumbuh pada umur 7 hari dan 15 hari dilakukan penyemprotan Super Biota plus dengan dosis 10 cc/10 liter air.
4. Setelah bibit berumur 17 hari, bibit padi dicabut lalu akarnya dicelupkan pada larutan super biota plus dengan dosis 10 cc dicampur 5 ltr air selama 2-3 jam.
Penanaman
dan pemeliharaan:
1.Pemupukan dengan pupuk dasar kompos atau anorganik 50 % dari rekomendasi yang dianjurkan pada umur tanaman 7 dan 30 hari setelah panen.
2. Penyemprotan pertama dengan super biota plus pada saat tanaman berumur 15-20 hari setelah tanam dengan dosis super biota plus 10 cc/7 ltr air, penyemprotan kedua pada umur 30-35 hari serta penyemprotan ketiga dilakukan pada umur 45-50 hari setelah tanam dengan dosis 10 cc/5 ltr air .
Penyemprotan dilakukan secara merata sampai basa dan waktu penyemprotan dilakukan pada pagi hari jam 7.00 sampai 11.00 dan sore hari dilakukan pada jam 15.00 -18.00.
Apabila Terserang Hama:
Penyemprotan bisa dilakukan secara bersamaan dengan pestisida nabati. dosis yang digunakan 10-20 cc pestisida nabati dicampur dengan pupuk super biota plus 20 cc dalam 1 tangki.
Jumlah pupuk super biota plus dan pestisida nabati dalam 1 ha:
3 liter pupuk super biota plus dan 2 btl pestisida nabati.








| Februari, 2012 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | |||






Pengunjung hari ini : 47
Total pengunjung : 6445
Hits hari ini : 132
Total Hits : 19706
Pengunjung Online: 5

